Tokoh Politik

DR. IR. Abdullah Puteh dan DR. (H.C.). Ir. Airlangga Hartarto bertemu di Kantor Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada tanggal 5 Januari 2023.

Apakah yang dibahas oleh kedua Tokoh ini?  Menurut Abdullah Puteh” saat diwawancara oleh penulis adalah membahas Pemberdayaan Petani Indonesia“. Selain membahas pemberdayaan petani, pertemuan ini adalah bentuk silahturahmi sebagai rasa syukur kita kepada Allah SWT. Hadir dalam kesempatan ini Deputi Bidang Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian Republik Indonesia  yaitu DR. Ir. Musdhalifah dan perwakilan dari Gabungan Koperasi Produsen Pertanian Indonesia yaitu Aditiawarman., SH., SP., M.Sc. 

Abdullah Puteh mengatakan bahwa Kebijakan yang dibuat oleh Pemerintah harus terus mengedepankan kepentingan Petani dan Airlangga Hartarto lah,  tokoh nasional yang aktif dalam memajukan Petani di Indonesia.  Menurut data Badan Pusat Statistik bulan Februari 2022 terdapat 40 Juta Pekerja di Sektor Pertanian di Indonesia. Abdullah Puteh yang juga menjabat sebagai Senator di Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya Keterlibatan Pemerintah Pusat yaitu turun ke daerah menjembatani Akses Petani kepada Pemerintah Daerah dan Pengusaha.

Keterangan: Deputi Bidang Pangan dan Agribisnis sedang menjawab pertanyaan Senator RI
Source : Posbakum AH

Untuk pembangunan pertanian di Provinsi Aceh, Abdullah Puteh menanyakan Apakah ada Peran Pemerintah dalam meningkatkan pendapatan petani kopi?. 

Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian menjawab bahwa ” Pemerintah telah menerbitkan Sertifikat Perlindungan Indikasi Geografis Kopi Gayo“, sehingga Dataran tinggi Gayo menjadi daerah atau Kawasan Khusus Tanaman dan Produksi Kopi dengan nama Dataran Tinggi GayoPembeli atau Importir harus membayar semacam Royalty kepada Masyarakat Indikasi Geografis Kopi Gayo. 

Senator yang juga menjabat sebagai wakil ketua Komite II di Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia ini juga bertanya Apakah nilai tambah Perlindungan Indikasi Geografis tersebut sudah dirasakan oleh Petani?

Harapannya dengan diadakan pertemuan ini, bisa memberikan arahan kepada Kementerian terkait.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *