tokohpolitik.com-Jakarta. Idrus Marham, Menteri sosial era Jokowi menanggapi isu Cadangan minyak yang tersisa untuk 20 hari konsumsi dalam negeri, Ia menegaskan bahwa adanya kekeliruan dan informasi kurang mendetail yang sampai ke Masyarakat. Menurutnya istilah 20 hari yang disebutkan oleh Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia sekaligus Menteri Energi Sumber Daya Mineral sebenarnya adalah siklus perputaran dalam sistem peredaran minyak di dalam negeri yaitu per 20 hari.
Menurut tokoh politik ini, Masyarakat tidak perlu khawatir karena pemerintah sudah mengantisipasi krisis Cadangan minyak dalam negeri “tidak perlu khawatir karena pemerintah sudah mengantisipasi sedemikian rupa tetapi mekanismenya seperti itu 20 harian setelah itu pun tetap akan diisi terus-menerus sehingga tidak mungkin itu kosong” ujar Idrus Marham.
Kesalahan informasi yang sampai ke Masyarakat ini menimbulkan kepanikan atas kekhawatiran Cadangan bbm yang menipis, kepanikan inilah yang dimanfaatkan atau “diolah” oleh beberapa pihak “nah ini kan karena solidaritas sosial kita semakin rendah maka tidak ada olahan saja dicari olahan, apalagi ada (kondisi) begini” Ujarnya kepada journalis tokohpolitik.com di Jakarta.
Menurut mantan Menteri sosial dari partai Golkar itu, posisi partai Golkar sekarang ada di posisi untuk mengingatkan untuk senantiasa berbicara secara fakta yang ada, ia juga mengingatkan jangan menyengsarakan rakyat dengan memanfaatkan berita dan kepanikan yang terjadi karena hal tersebut bisa mengganggu kestabilan dalam negeri.
