tokohpolitik.com-Jakarta. Yuddy Chrisnandi, Mantan Duta Besar Ukraina merespon terkait isu kelangkaan minyak dalam negeri sebagai imbas akibat dari serangan Amerika Serikat dan Israel kepada Iran. Ia menegaskan bahwa masyarakat Indonesia perlu lebih berhemat dalam menggunakan bahan bakarnya dalam kehidupan sehari-hari. Beliau menambahkan bahwa masyarakat Indonesia harus efektif dan efesien dalam menggunakan bahan bakar. “Penghematan itu bukan penting tetapi satu keharusan” ujar Mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
Menurut tuturan tokoh politik ini, akibat dari serangan Amerika Serikat dan Israel ini berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia. Mantan Duta Besar Ukraina ini menjelaskan jika bahan bakar minyak susah namun peminatnya banyak, tentu saja harganya akan naik. Harga minyak per barel saat ini sudah menyentuh angka 80 dollar. Angka ini cukup jauh dari asumsi pemerintah melalui Indonesian Crude Price (ICP) dalam APBN yang mematok harga 70 dollar per barel. Tentu ini akan menekan perekonomian kita.
Kekhawatiran terhadap kelangkaan bahan bakar minyak ini mendorong penggunaan pembaruan energi/renewable energy harus segera dilakukan. Melalui hasil kajian yang sudah dilakukan oleh balitbang beliau mengatakan “pembaruan energi itu jangan tergantung terhadap energi fosil seperti minyak dan gas bumi. ” Lanjut pria berusia 57 tahun itu menjelaskan bahwa harus ada himbauan yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat terkait pentingnya menghemat penggunaan bahan bakar seperti minyak dikala gencarnya isu kelangkaan minyak ini
