Temu Nasional Pelaku Usaha Koperasi Pertanian yang diselenggarakan pada tanggal 10 Maret sampai dengan 12 Maret 2021 dibuka oleh Menteri Pertanian di rumah dinas walikota salatiga dengan gala dinner. Pertemuan ini dihadiri oleh pelaku usaha koperasi pertanian se-Indonesia yang diinisiasi oleh Abdullah Puteh, yang mana saat ini menjabat sebagai wakil ketua komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD-RI).

Menteri Pertanian yang diwakili oleh Dirjen Tanaman Pangan mengatakan, supaya kelompok-kelompok petani untuk bergabung membentuk satu kelembagaan yang namanya koperasi supaya sektor pertanian dapat tumbuh dan berkembang semakin kokoh dan kuat.
Swandi, Dirjen Tanaman Pangan mengajak para petani untuk membentuk suatu lembaga di setiap daerah untuk mengoptimalkan sektor pertanian salah satunya dengan membentuk koperasi.
“Saat pandemi petani lebih baik jika yang menggerakkan salah satunya koperasi, karena koperasi ada di Pedesaan dan bisa hidup bersanding dengan para petani sehingga para petani bisa berakselerasi,” ujarnya.
Peranan dari kelembagaan itu sendiri adalah untuk memfasilitasi para petani dalam mengatasi keterbatasan para petani seperti permodalan, pengadaan alat pra dan pasca panen, pengadaan bibit unggul, dan pemasaran.

Masalah permodalan seperti yang disampaikan oleh Abdullah Puteh “Permodalan menjadi permasalahan bagi petani sehingga optimalisasi produksi pertanian sedikit terhambat. Permasalahan seperti ini dapat diatasi dengan hadirnya koperasi yang memfasilitasi seperti Kredit Usaha Rakyat atau KUR”.
Bukan hanya masalah permodalan melainkan pengadaan alat pra dan pasca panen juga menjadi problema. Hal ini dibenarkan oleh salah salah satu peserta yang hadir dalam hal ini diwakili oleh Koperasi dari Jawa Tengah “Peremajaan alat harus dilakukan karena alat yang diterima sejak tahun 2012 sampai sekarang belum ada peremajaan”.
Pertemuan pada kali ini sangat penting untuk mengatasi problem yang tengah dihadapi petani sesuai dengan tema yakni “Strategi Kebangkitan Koperasi Pertanian dalam Meningkatkan Produksi Pangan Nasional.”

Pertemuan ini juga melahirkan sebuah deklarasi yang diberi nama “Deklarasi Ambarawa” serta diucapkan dengan lantang oleh para peserta yang langsung dipandu oleh Abdullah Putih pada pukul 11:11 WIB tanggal 11 Maret 2021 bertepatan pada hari Supersemar di Monumen Palagan Ambarawa.
Harapan dari diadakan pertemuan adalah untuk membangkitkan sektor pertanian sehingga kesejahteraan para petani ada peningkatan yang signifikan.
